Keerom, Yuwanain - Sebagai wujud kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan kampung berbasis potensi lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih (UNCEN) melaksanakan kegiatan penyusunan Peta Potensi Kampung Yuwanain, Distrik Arso 2, Kabupaten Keerom, pada Kamis, 09 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan memetakan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki Kampung Yuwanain sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan kampung serta mendukung pengembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) Pusat Anugerah.
Proses penyusunan peta potensi diawali dengan observasi lapangan yang dilakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah Kampung Yuwanain, mulai dari Jalur 0 hingga Jalur 5. Mahasiswa KKN melakukan pendataan secara langsung melalui pengamatan kondisi wilayah, wawancara dengan masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah kampung untuk memperoleh informasi mengenai potensi sumber daya alam, aktivitas ekonomi masyarakat, fasilitas umum, dan potensi sosial budaya yang berkembang di setiap jalur. Data yang berhasil dihimpun kemudian diolah dan divisualisasikan dalam bentuk Peta Potensi Kampung Yuwanain, sehingga menghasilkan informasi yang lebih terstruktur, mudah dipahami, dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa setiap jalur di Kampung Yuwanain memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda. Jalur 0 didominasi oleh lahan perkebunan pribadi milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Sementara itu, Jalur 1 berkembang sebagai kawasan perdagangan, khususnya pada bagian seperempat hingga wilayah timur yang dipenuhi berbagai pertokoan dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, bagian barat Jalur 1 masih memiliki potensi pertanian berupa berbagai tanaman buah yang tumbuh di pekarangan maupun kebun milik warga, sehingga menunjukkan adanya perpaduan antara aktivitas perdagangan dan sektor pertanian dalam satu kawasan.
Potensi ekonomi masyarakat semakin berkembang pada Jalur 2 hingga Jalur 5, yang menjadi pusat kegiatan pertanian, perkebunan, peternakan, serta usaha mikro. Berdasarkan hasil pendataan, masyarakat membudidayakan berbagai komoditas unggulan seperti pinang, kelapa, jagung, tomat, cabai, pisang, kelengkeng, rambutan, salak, dan jambu air. Selain itu, terdapat pula usaha peternakan sapi, budidaya ikan lele, serta warung makan yang menjadi sumber penghasilan masyarakat. Keanekaragaman potensi tersebut menunjukkan bahwa Kampung Yuwanain memiliki sumber daya ekonomi yang cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan secara lebih terintegrasi melalui kolaborasi antara masyarakat dengan BUMKam.
Selain potensi ekonomi, pemetaan juga mengidentifikasi potensi di bidang seni dan budaya. Salah satu aset budaya yang dimiliki Kampung Yuwanain adalah Sanggar Taruna Jaya (TJ) Arso 2 Keerom–Papua yang berlokasi di Jalur 5 bagian seperempat. Sanggar ini menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan seni tari dan budaya melalui berbagai kegiatan latihan maupun penampilan pada acara adat, pemerintahan, dan kegiatan kemasyarakatan. Keberadaan sanggar tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan kampung tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga didukung oleh pelestarian nilai-nilai budaya sebagai identitas dan kekayaan lokal masyarakat Kampung Yuwanain.
Peta potensi yang disusun juga memuat berbagai informasi mengenai fasilitas umum yang tersebar di wilayah kampung, seperti kawasan permukiman, kantor kampung, rumah ibadah, fasilitas pendidikan, serta sarana penunjang lainnya. Penyajian informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi Kampung Yuwanain sehingga memudahkan pemerintah kampung dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Berdasarkan hasil pemetaan, mahasiswa KKN menemukan bahwa sebagian besar potensi yang dimiliki Kampung Yuwanain hingga saat ini masih dikelola secara mandiri oleh masyarakat dan belum terintegrasi dalam program usaha BUMKam Pusat Anugerah. Padahal, apabila potensi tersebut dikelola secara kolaboratif melalui kelembagaan BUMKam, peluang pengembangan usaha akan semakin terbuka, baik melalui peningkatan nilai tambah produk, perluasan jaringan pemasaran, maupun pengembangan unit-unit usaha baru yang berbasis pada potensi lokal masyarakat.
Melalui penyusunan Peta Potensi Kampung Yuwanain, mahasiswa KKN Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih berharap dokumen ini tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi dokumen perencanaan strategis yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kampung, pengurus BUMKam, masyarakat, maupun pihak-pihak yang ingin menjalin kerja sama dalam pengembangan kampung. Peta potensi ini diharapkan mampu menjadi acuan dalam menyusun kebijakan pembangunan, menentukan arah pengembangan usaha BUMKam, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta mempromosikan potensi Kampung Yuwanain kepada masyarakat yang lebih luas.
Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan pemetaan potensi, mahasiswa KKN FEB Universitas Cenderawasih tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berupaya menghadirkan data dan informasi yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Kampung Yuwanain. Dengan tersedianya Peta Potensi Kampung Yuwanain, diharapkan seluruh potensi yang dimiliki kampung dapat dikelola secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran BUMKam Pusat Anugerah sebagai motor penggerak perekonomian kampung.
Penulis: Lois