KAMPUNG – Badan Permusyawaratan Kampung (Bamuskam) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kenyamanan warga. Menanggapi keluhan masyarakat terkait bau menyengat dari limbah pembuangan usaha tahu lokal, jajaran Bamuskam langsung turun memantau kondisi di lapangan.
Sebelumnya, warga dan pengguna jalan kerap mengeluhkan aroma tidak sedap yang menusuk hidung setiap kali melintasi area tersebut. Kondisi ini dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan lingkungan pemukiman sekitar.
Solusi Permanen: Bangun IPAL Sederhana dan Resapan Khusus
Di lokasi, tim Bamuskam menemui pemilik usaha tahu secara langsung. Melalui pendekatan yang baik, dialog persuasif, serta pemberian pemahaman mengenai dampak lingkungan, pemilik usaha menyambut positif masukan yang diberikan.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pemilik usaha tersebut langsung melakukan pembenahan besar. Ia membangun bak penampungan khusus (septic tank) yang dilengkapi dengan sistem penyaringan berlapis (Instalasi Pengolahan Air Limbah/IPAL sederhana) serta sistem resapan khusus. Melalui sistem ini, limbah cair akan disaring terlebih dahulu sebelum meresap aman ke dalam tanah, sehingga dijamin tidak akan menimbulkan bau menyengat lagi ke pemukiman warga.
Komitmen Respon Cepat Masalah Lingkungan
Aksi tanggap ini merupakan bagian dari prosedur tetap kampung. Bamuskam menegaskan bahwa setiap ada aduan yang masuk dari masyarakat mengenai masalah lingkungan, pihak kampung akan selalu merespon dengan cepat melalui peninjauan lapangan langsung.
Langkah persuasif yang berujung pada pembuatan IPAL mandiri ini terbukti efektif menyelesaikan masalah tanpa memicu konflik, sekaligus menjadi contoh bagi pelaku usaha lain untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan.